Pengertian Penelitian Tindakan Kelas (PTK)
Kasihani
(1999) menyatakan bahwa yang dimaksud dengan PTK adalah penelitian
praktis yang bertujuan untuk memperbaiki kekurang-kekurangan dalam pembelajaran
di kelas, dengan cara melakukan tindakan-tindakan. Upaya tindakan untuk perbaikan dimaksudkan sebagai
pencarian jawab atas permasalahan yang dialami guru dalam melaksanakan tugasnya
sehari-hari. Jadi masalah-masalah yang diungkap dan dicarikan jalan keluarnya
dalam penelitian adalah masalah yang benar-benar ada dan dialami oleh guru.
Sedangkan menurut Suyanto (1997) secara singkat PTK dapat didefinisikan sebagai
suatu bentuk penelitian yang bersifat reflektif dengan melakukan
tindakan tindakan tertentu,
agrar dapat memperbaiki dan atau meningkatkan praktek-praktek
pembelajaran di kelasnya secara lebih profesional. Oleh karena itu PTK terkait erat dengan persoalan praktek
pembelajaran sehari-hari yang dilami guru.
Dari
dua pernyataan di tas dapatlah dinyatakan bahwa PTK adalah suatu penelitian praktis yang bertujuan untuk memperbaiki
kekurangan-kekurangan dalam pembelajaran di kelas, dengan cara melakukan
tindakan-tindakan tertentu agar dapat memperbaiki dan atau meningkatkan
praktek-praktek pembelajaran di kelas secara lebih profesional. Masalah-masalah
yang diungkap dan dicarikan jalan keluarnya dalam PTK adalah masalah yang
benar-benar ada dan dialami guru. Oleh Karenanya PTK terkait erat dengan
persoalan praktek pembelajaran yang dialmi guru sehari-hari.
Pentingnya PTK
Pada
saat ini PTK mendapatkan perhatian yang cukup besar dalam dunia pendidikan,
karena hasil dari PTK dapat langsung
dimanfaatkan untuk meningkatkan atau memperbaiki kualitas pembelajaran di dalam
kelas. Beberapa pakar penelitian memberikan beberapa alasan tentang pentingnya PTK yang dapat dilakukan oleh
para guru mulai dari jenjang SD sampai dengan sekolah menengah.
PTK menawarkan suatu cara yang baru untulk
memperbaiki dan meningkatkan kemampuan atau profesional guru dalam kegiatan
pembelajaran kelas (Suyanto, 1996). Sedangkan Cross (dalam Angelo, 1991)
menyatakan bahwa hasil PTK dapat secara langsung dimanfaatkan untuk kepentingan
kualitas kegiatan belajar mengajar di dalam kelas dan dapat meningkatkan
wawasan pemahaman guru tentang pembelajaran.
Dengan PTK guru dapat
melakukan penelitian dan pengkajian tentang masalah-masalah aktual yang mereka
hadapi sendiri pada mata pelajaran yang diampunya. Guru langsung dapat
melakukan tindakan-tindakan untuk memperbaiki atau meningkatkan praktek-praktek
pengajaran yang kurang berhasil agar menjadi lebih baik dan lebih efektif.
Karakteristik PTK
Untuk
lebih mengenal tentang PTK kita perlu mengetahui karakteristik atau ciri-ciri
secara umum dari PTK.
PTK
mengangkat problem atau permasalahan-permasalahan dalam praktek pembelajaran
sehari-hari yang dihadapi guru. Jadi PTK akan dapat dilaksanakan bila guru
sejak awal memang tahu dan mau menyadari adanya persoalan yang terkait dengan
proses dan produk pembelajaran yang dihadapi di kelasnya. Selanjutnya berdasar
pada persoalan-persoalan tersebut untuk dicarikan pemecahan masalah-masalah
tersebut secara profesional.
Pada PTK
dilakukan tindakan-tindakan yang perlu untuk memperbaiki proses pembelajaran di
kelas. Tindakan-tindakan yang diambil harus direncanakan secara cermat, dan
karena adanya tindakan-tindakan ini maka penelitian ini disebut PTK.
Tindakan-tindakan alternatif yang direncanakan oleh guru. Tindakan-tindakan
alternatif ini harus diimplementasikan dan selanjutnya dievaluasi agar dapat
diketahui bahwa tindakan tersebut memang dapat memecahkan permasalahan dalam
pembelajaran yang sedang dialami oleh guru (Kasihani, 1999).
PTK dapat
dilakukan secara bersama-sama dalam suatu tim, misal antara guru dengan tenaga
kependidikan yang lain. Dalam hal ini guru bukan satu-satunya orang yang
meneliti, tetapi masih ada orang lain yang terlibat dan berkedudukan sama. Tim tersebut yang merencanakan,
melaksanakan, dan membahas hasil secara bersama-sama.
Kelebihan dan Kelemahan PTK
Kelebihan.
Bagi guru kerja sama dalam PTK akan dapat:
§
menumbuhkan
rasa memiliki
§
mendorong
kreatifitas
§
meningkatkan
terjadinya perubahan dalam pembelajaran
§
meningkatkan
terjadinya kesepakatan-kesepakatan.
§ Menurut
Hodgkinson (dalam Marzuki, 1997) kelebihan
itu baru terjadi bila PTK didukung oleh kondisi sebagai berikut.
§
Ada kesediaan
dari praktisi/guru untuk mengakui kekurangan-kekurangan diri.
§
Adanya
kesempatan bagi praktisi/guru untuk menemukan sesuatu yang baru (inovasi).
§
Ada dorongan
untuk mengemukakan gagasan-gagasan baru.
§
Tersedianya
waktu yang cukup untuk melakukan percobaan.
§
Ada
kepercayaan timbal balik antar orang-orang yang terlibat.
Kekurangan.
o
Pengetahuan
dan keterampilan meneliti para praktisi/guru umumnya kurang memadai.
o
PTK banyak menyita waktu dan perhatian.
o
Proses PTK
tidak akan berjalan lancar bila peneliti tidak memiliki sikap demokratis.
o
Tidak mudah
mengajak orang lain untuk berubah.
Uraian singkat Langkah-langkah (Prosedur) dalam PTK sebagai berikut:
Mengidentifikasi
dan merumuskan masalah yang dianggap penting dan kritis yang harus segera
dicarikan penyelesaian dalam pembelajaran sehari-hari, antara lain meliputi
ruang lingkup masalah, identifikasi masalah dan perumusan masalah.
Ruang lingkup masalah.
Di
bidang pendidikan, PTK telah digunakan dalam pengembangan kurikulum tingkat
sekolah, dan program perbaikan sekolah.
Contoh-contoh bidang garapan dari PTK dalam pembelajaran:
1)
metode
pembelajaran
2)
strategi
pembelajaran
3)
prosedur
evaluasi
4)
media
pembelajaran.
Identifikasi masalah.
Masalah
yang akan diteliti memang ada dan sering kali muncul dalam pembelajaran
sehari-hari dan perlu dicarikan penyelesaian. Ada beberapa kriteria dalam
menentukan masalah yaitu:
masalahnya memang penting dan sekaligus
signifikan dilihat dari segi pengembangan sekolah.
masalahnya hendaknya dalam jangkauan
penanganan.
pernyataan masalahnya harus
mengungkapkan beberapa dimensi fundamental mengenai penyebab dan faktor,
sehingga pemecahannya dapat dilakukan berdasar pada hal-hal fundamental ini
dari pada berdasarkan fenomena dangkal.
Perumusan masalah.
Pada
intinya rumusan masalah seharusnya mengandung deskripsi tentang kenyataan yang
ada dan keadaan yang diinginkan. Dalam merumuskan masalah PTK ada beberapa
petunjuk yang dapat digunakan sebagai berikut (Suyanto: 1997 dan Sukarnyana:
1997).
Masalah
hendaknya dirumuskan secara jelas, dalam arti tidak mempunyai makna ganda, dan
dapat dituangkan dalam kalimat tanya.
Rumusan
masalah hendaknya menunjukkan jenis tindakan yang akan dilakukan dan hubungan
dengan variabel lain.
Rumusan
masalah hendaknya dapat diuji secara empirik, artinya dengan rumusan masalah
itu memungkinkan dikumpulkannya data untuk menjawab pertanyaan tersebut.
Analisis masalah.
Analisis
masalah perlu dilakukan untuk mengetahui dimensi-dimensi problem yang ada untuk
mengidentifikasi aspek-aspek pentingnya sehingga dapat memberikan penekanan
tindakan.
Merumuskan hipotesis tindakan.
Hipotesis
dalam PTK bukan hipotesis perbedaan atau hubungan, melainkan hipotesis
tindakan. Rumusan hipotesis tindakan memuat jawaban sementara terhadap
persoalan yang diajukan oleh PTK. Jawaban itu masih bersifat teoritik, dan
dianggap benar, sebelum terbukti salah melalui pembuktian dengan menggunakan
data dari PTK.
Membuat rencana tindakan dan pemantauan.
Rencana
tindakan memuat informasi-informasi tentang hal-hal sebagai berikut.
Apa yang diperlukan untuk menentukan
kemungkinan pemecahan masalah yang telah dirumuskan.
Alat-alat dan teknik yang diperlukan
untuk mengumpulkan data.
Rencana pencatatan
data dan pengolahannya.
Rencana untuk
melaksanakan tindakan dan evaluasi hasil.
Pelaksanaan tindakan dan
pencatatan.
Pada saat pelaksanaan tindakan yang direncanakan
hendaknya cukup fleksibel untuk mencapai perbaikan yang diinginkan. Dalam hal
ini jika sesuatu terjadi dan memerlukan perubahan karena tuntutan situasi (pada
saat pelaksanaan tindakan), maka hendaknya peneliti siap melakukan perubahan
asal perubahan tersebut mendukung tercapainya tujuan PTK. Pada saat pelaksanaan
tindakan berarti pengumpulan data mulai dikumpulkan. Data yang dikumpulkan
mencakup semua yang dilakukan oleh tim yang terkait dalam PTK, melalui antara
lain catatan-catatan lapangan, angket, wawancara, rekaman video, rekaman pita,
foto dan slide.
Mengolah dan menafsirkan data.
Isi
semua catatan-catatan hendaknya dilihat untuk dijadikan landasan melakukan
refleksi. Dalam hal ini peneliti harus membandingkan isi catatan yang dilakukan
tim untuk menentukan hasil temuan yang dapat dipertanggungjawabkan. Semua yang
terjadi baik yang direncanakan maupun yang tidak direncanakan perlu dianalisis
untuk menentukan apakah ada perubahan yang signifikan ke arah perbaikan.
Pelaporan hasil.
Hasil
dari analisis data dilaporkan secara lengkap tentang pelaksanaan tindakan yang
telah
GAMBAR ALUR PTK
berhasil dst.
Unsur-unsur Pokok Dalam Usulan PTK
Apabila kita mau melaksanakan penelitian,
hal utama yang perlu dilaksanakan adalah mengajukan usulan penelitian. Pada
tulisan ini disampaikan secara ringkas isi usulan penelitian, agar mudah
dipahami dan dilaksanakan.
1. Judul penelitian
![]() |
2. Latar belakang
![]() |
3. Masalah penelitian
![]() |
4. Tujuan penelitian
![]() |
5. Hipotesis tindakan
![]() |
6. Manfaat penelitian
![]() |
|||
|
![]() |
8. Metode penelitian
9.
Jadwal penelitian
10. Personalia penelitian
11. Anggaran biaya Þ dicantumkan
nggaran biaya dalam penelitian.
TAHAP-TAHAP PENELITIAN
Pra penelitian Pelaksanaan
penelitian Penulisan
laporan
- observasi - tahap sebelum
- studi pustaka analisis hasil
observasi
- proposal wawancara
- seminar
- tahap tindakan perencanaan
|
pengamatan
refleksi







Tidak ada komentar:
Posting Komentar