Selasa, 05 Juni 2012

PTK


Pengertian Penelitian Tindakan Kelas (PTK)
Kasihani (1999) menyatakan bahwa yang dimaksud dengan PTK adalah penelitian praktis yang bertujuan untuk memperbaiki kekurang-kekurangan dalam pembelajaran di kelas, dengan cara melakukan tindakan-tindakan. Upaya tindakan untuk perbaikan dimaksudkan sebagai pencarian jawab atas permasalahan yang dialami guru dalam melaksanakan tugasnya sehari-hari. Jadi masalah-masalah yang diungkap dan dicarikan jalan keluarnya dalam penelitian adalah masalah yang benar-benar ada dan dialami oleh guru. Sedangkan menurut Suyanto (1997) secara singkat PTK dapat didefinisikan sebagai suatu bentuk penelitian yang bersifat reflektif dengan melakukan tindakan tindakan tertentu, agrar dapat memperbaiki dan atau meningkatkan praktek-praktek pembelajaran di kelasnya secara lebih profesional. Oleh karena itu PTK terkait erat dengan persoalan praktek pembelajaran sehari-hari yang dilami guru.

Dari dua pernyataan di tas dapatlah dinyatakan bahwa PTK adalah suatu penelitian praktis yang bertujuan untuk memperbaiki kekurangan-kekurangan dalam pembelajaran di kelas, dengan cara melakukan tindakan-tindakan tertentu agar dapat memperbaiki dan atau meningkatkan praktek-praktek pembelajaran di kelas secara lebih profesional. Masalah-masalah yang diungkap dan dicarikan jalan keluarnya dalam PTK adalah masalah yang benar-benar ada dan dialami guru. Oleh Karenanya PTK terkait erat dengan persoalan praktek pembelajaran yang dialmi guru sehari-hari.
Pentingnya PTK
Pada saat ini PTK mendapatkan perhatian yang cukup besar dalam dunia pendidikan, karena hasil dari PTK dapat langsung dimanfaatkan untuk meningkatkan atau memperbaiki kualitas pembelajaran di dalam kelas. Beberapa pakar penelitian memberikan beberapa alasan tentang pentingnya PTK yang dapat dilakukan oleh para guru mulai dari jenjang SD sampai dengan sekolah menengah.
PTK menawarkan suatu cara yang baru untulk memperbaiki dan meningkatkan kemampuan atau profesional guru dalam kegiatan pembelajaran kelas (Suyanto, 1996). Sedangkan Cross (dalam Angelo, 1991) menyatakan bahwa hasil PTK dapat secara langsung dimanfaatkan untuk kepentingan kualitas kegiatan belajar mengajar di dalam kelas dan dapat meningkatkan wawasan pemahaman guru tentang pembelajaran.
            Dengan PTK guru dapat melakukan penelitian dan pengkajian tentang masalah-masalah aktual yang mereka hadapi sendiri pada mata pelajaran yang diampunya. Guru langsung dapat melakukan tindakan-tindakan untuk memperbaiki atau meningkatkan praktek-praktek pengajaran yang kurang berhasil agar menjadi lebih baik dan lebih efektif.

Karakteristik PTK
Untuk lebih mengenal tentang PTK kita perlu mengetahui karakteristik atau ciri-ciri secara umum dari PTK.
    PTK mengangkat problem atau permasalahan-permasalahan dalam praktek pembelajaran sehari-hari yang dihadapi guru. Jadi PTK akan dapat dilaksanakan bila guru sejak awal memang tahu dan mau menyadari adanya persoalan yang terkait dengan proses dan produk pembelajaran yang dihadapi di kelasnya. Selanjutnya berdasar pada persoalan-persoalan tersebut untuk dicarikan pemecahan masalah-masalah tersebut secara profesional.
    Pada PTK dilakukan tindakan-tindakan yang perlu untuk memperbaiki proses pembelajaran di kelas. Tindakan-tindakan yang diambil harus direncanakan secara cermat, dan karena adanya tindakan-tindakan ini maka penelitian ini disebut PTK. Tindakan-tindakan alternatif yang direncanakan oleh guru. Tindakan-tindakan alternatif ini harus diimplementasikan dan selanjutnya dievaluasi agar dapat diketahui bahwa tindakan tersebut memang dapat memecahkan permasalahan dalam pembelajaran yang sedang dialami oleh guru (Kasihani, 1999).
    PTK dapat dilakukan secara bersama-sama dalam suatu tim, misal antara guru dengan tenaga kependidikan yang lain. Dalam hal ini guru bukan satu-satunya orang yang meneliti, tetapi masih ada orang lain yang terlibat dan berkedudukan sama. Tim tersebut yang merencanakan, melaksanakan, dan membahas hasil secara bersama-sama.

Kelebihan dan Kelemahan PTK
Kelebihan.
Bagi guru kerja sama dalam PTK akan dapat:
§   menumbuhkan rasa memiliki
§   mendorong kreatifitas
§   meningkatkan terjadinya perubahan dalam pembelajaran
§   meningkatkan terjadinya kesepakatan-kesepakatan.
§   Menurut Hodgkinson (dalam Marzuki, 1997) kelebihan itu baru terjadi bila PTK didukung oleh kondisi sebagai berikut.
§   Ada kesediaan dari praktisi/guru untuk mengakui kekurangan-kekurangan diri.
§   Adanya kesempatan bagi praktisi/guru untuk menemukan sesuatu yang baru (inovasi).
§   Ada dorongan untuk mengemukakan gagasan-gagasan baru.
§   Tersedianya waktu yang cukup untuk melakukan percobaan.
§   Ada kepercayaan timbal balik antar orang-orang yang terlibat.
Kekurangan.
o                    Pengetahuan dan keterampilan meneliti para praktisi/guru umumnya kurang memadai.
o                    PTK banyak menyita waktu dan perhatian.
o                    Proses PTK tidak akan berjalan lancar bila peneliti tidak memiliki sikap demokratis.
o                    Tidak mudah mengajak orang lain untuk berubah.

Uraian singkat Langkah-langkah (Prosedur) dalam PTK  sebagai berikut:
Mengidentifikasi dan merumuskan masalah yang dianggap penting dan kritis yang harus segera dicarikan penyelesaian dalam pembelajaran sehari-hari, antara lain meliputi ruang lingkup masalah, identifikasi masalah dan perumusan masalah.
Ruang lingkup masalah.
Di bidang pendidikan, PTK telah digunakan dalam pengembangan kurikulum tingkat sekolah, dan program perbaikan sekolah.
Contoh-contoh bidang garapan dari PTK dalam pembelajaran:
1)                                       metode pembelajaran
2)                                       strategi pembelajaran
3)                                       prosedur evaluasi
4)                                       media pembelajaran.
Identifikasi masalah.
Masalah yang akan diteliti memang ada dan sering kali muncul dalam pembelajaran sehari-hari dan perlu dicarikan penyelesaian. Ada beberapa kriteria dalam menentukan masalah yaitu:
masalahnya memang penting dan sekaligus signifikan dilihat dari segi pengembangan sekolah.
masalahnya hendaknya dalam jangkauan penanganan.
pernyataan masalahnya harus mengungkapkan beberapa dimensi fundamental mengenai penyebab dan faktor, sehingga pemecahannya dapat dilakukan berdasar pada hal-hal fundamental ini dari pada berdasarkan fenomena dangkal.
Perumusan masalah.
Pada intinya rumusan masalah seharusnya mengandung deskripsi tentang kenyataan yang ada dan keadaan yang diinginkan. Dalam merumuskan masalah PTK ada beberapa petunjuk yang dapat digunakan sebagai berikut (Suyanto: 1997 dan Sukarnyana: 1997).
Masalah hendaknya dirumuskan secara jelas, dalam arti tidak mempunyai makna ganda, dan dapat dituangkan dalam kalimat tanya.
Rumusan masalah hendaknya menunjukkan jenis tindakan yang akan dilakukan dan hubungan dengan variabel lain.
Rumusan masalah hendaknya dapat diuji secara empirik, artinya dengan rumusan masalah itu memungkinkan dikumpulkannya data untuk menjawab pertanyaan tersebut.
Analisis masalah.
Analisis masalah perlu dilakukan untuk mengetahui dimensi-dimensi problem yang ada untuk mengidentifikasi aspek-aspek pentingnya sehingga dapat memberikan penekanan tindakan.

Merumuskan hipotesis tindakan.
Hipotesis dalam PTK bukan hipotesis perbedaan atau hubungan, melainkan hipotesis tindakan. Rumusan hipotesis tindakan memuat jawaban sementara terhadap persoalan yang diajukan oleh PTK. Jawaban itu masih bersifat teoritik, dan dianggap benar, sebelum terbukti salah melalui pembuktian dengan menggunakan data dari PTK.
Membuat rencana tindakan dan pemantauan.
Rencana tindakan memuat informasi-informasi tentang hal-hal sebagai berikut.
Apa yang diperlukan untuk menentukan kemungkinan pemecahan masalah yang telah dirumuskan.
Alat-alat dan teknik yang diperlukan untuk mengumpulkan data.
Rencana pencatatan data dan pengolahannya.
Rencana untuk melaksanakan tindakan dan evaluasi hasil.
Pelaksanaan tindakan dan pencatatan.
Pada saat pelaksanaan tindakan yang direncanakan hendaknya cukup fleksibel untuk mencapai perbaikan yang diinginkan. Dalam hal ini jika sesuatu terjadi dan memerlukan perubahan karena tuntutan situasi (pada saat pelaksanaan tindakan), maka hendaknya peneliti siap melakukan perubahan asal perubahan tersebut mendukung tercapainya tujuan PTK. Pada saat pelaksanaan tindakan berarti pengumpulan data mulai dikumpulkan. Data yang dikumpulkan mencakup semua yang dilakukan oleh tim yang terkait dalam PTK, melalui antara lain catatan-catatan lapangan, angket, wawancara, rekaman video, rekaman pita, foto dan slide.
Mengolah dan menafsirkan data.
Isi semua catatan-catatan hendaknya dilihat untuk dijadikan landasan melakukan refleksi. Dalam hal ini peneliti harus membandingkan isi catatan yang dilakukan tim untuk menentukan hasil temuan yang dapat dipertanggungjawabkan. Semua yang terjadi baik yang direncanakan maupun yang tidak direncanakan perlu dianalisis untuk menentukan apakah ada perubahan yang signifikan ke arah perbaikan.
Pelaporan hasil.
Hasil dari analisis data dilaporkan secara lengkap tentang pelaksanaan tindakan yang telah





GAMBAR ALUR PTK












                                                              berhasil dst.

Unsur-unsur Pokok Dalam Usulan PTK
Apabila kita mau melaksanakan penelitian, hal utama yang perlu dilaksanakan adalah mengajukan usulan penelitian. Pada tulisan ini disampaikan secara ringkas isi usulan penelitian, agar mudah dipahami dan dilaksanakan.
1. Judul penelitian


 


2. Latar belakang


 

3. Masalah penelitian


 

4. Tujuan penelitian



 


5. Hipotesis tindakan



 

6. Manfaat penelitian








 


·         prinsip kemutakhiran
·         prinsip relevansi


 
7. Kajian pustaka



 







8. Metode penelitian





9. Jadwal penelitian

10. Personalia penelitian

11. Anggaran biaya Þ dicantumkan nggaran biaya dalam penelitian.
TAHAP-TAHAP PENELITIAN


 


Pra penelitian               Pelaksanaan penelitian                     Penulisan laporan
- observasi                  - tahap sebelum        
- transkip hasil                contoh      observasi   
- studi pustaka                              analisis hasil observasi
- proposal                                   wawancara
- seminar
                               - tahap tindakan         perencanaan
siklus-siklus
 
                                                           pelaksanaan
                                                           pengamatan
                                                           refleksi


Tidak ada komentar:

Posting Komentar